Tampilkan postingan dengan label Berita/informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita/informasi. Tampilkan semua postingan

"Hacker", Google Indonesia Dijahili?

Laman Google Indonesia

Momen hari raya Idul Adha tak membuat para peretas (hacker) berhenti melakukan aksi buruknya. Kelompok peretas bernama "MadLeets" telah menjahili situs Google Indonesia, google.co.id. Kejadian ini dilaporkan pengunjung situs tersebut mulai Minggu (5/10/2014) dini hari.

Berita soal Google Indonesia telah diretas ini dengan cepat menyebar di media sosial dan membuat heboh pengguna internet Indonesia.

Laman Google Indonesia memang selama beberapa saat tampil tak seperti biasanya. 

Halaman "putih" Google berubah menjadi berlatar belakang hitam dan diramaikan dengan tulisan klaim dari peretas, seperti "Security is just an illusion", "Struck by 1337", dan "Google Indonesia stamped by Team Madleets".

Ternyata bukan server Google yang berhasil ditembus peretas tersebut. Peretas diduga hanya melakukan "DNS Hijacked" dengan mengubah alamat DNS yang merujuk ke Google Indonesia ke situs "hitam" yang telah mereka buat sebelumnya. 

DNS (domain name system) adalah sebuah sistem yang bertugas mengubah alamat IP menjadi nama yang lebih mudah diingat. Peretas berhasil mengakali sistem ini dengan mengalihkan alamat google.co.id ke situs yang mereka tentukan.

Dalam kasus ini, seperti dikutip dari sebuah diskusi di Kaskus, peretas mengalihkan DNS "google.co.id" di alamat IP "192.99.147.160" dialihkan ke "host b0x1.madleets.com" yang beralamat IP "167.114.12.10".

Menurut pantauan KompasTekno, "menghitamnya" situs Google Indonesia hanya menimpa pengguna yang menggunakan layanan Indosat, First Media, dan Telkom Speedy. Saat dicoba menggunakan provider internet lain, laman Google Indonesia tetap normal menampilkan halaman seperti biasa.

Belum ada pernyataan resmi dari Google Indonesia dan Telkom Speedy atas kejadian ini.

Update: PT Telkom Indonesia dan Google mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini, baca "Google Indonesia Sempat Bermasalah di Speedy, Ini Kata Telkom". disini

Baca juga: Google Indonesia Dibajak, Kok Cuma di ISP Tertentu? disini
sumber : kompas

Kemenkominfo Blokir DNS Google, Untuk Apa?

Hanya Ilustrasi.

Awal minggu ini beredar kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai melarang ISP Indonesia memakai DNS publik milik Google yang beralamat di 8.8.8.8 dan 8.8.4.4.

Pihak Kemenkominfo lewat juru bicara Ismail Cawidu telah menyuarakan bantahanmengenai dugaan tersebut. Belakangan, muncul pendapat lain dari Dirjen Aplikasi dan Teknologi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Bambang Heru Tjahjoho mengenai pemblokiran DNS ini.

"Kominfo sejak diberlakukannya Permenkominfo No 19-2014 memang tidak memperbolehkan penggunaan DNS lain yang tidak memiliki filtering Database Trust+. Jadi tidak hanya DNS Google saja," kata Bambang dalam e-mail yang dilayangkan keDailySocial.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif yang dimaksud Bambang telah disahkan pada Juli lalu.

Lalu, untuk apa Kemenkominfo melarang penggunaan DNS yang tidak memiliki filtering database Trust+? Menurut Bambang, tujuannya tak lain untuk mencegah pengelabuan DNS yang memungkinkan pengguna mengakses konten negatif internet.

Bambang mencontohkan Biznet sebagai salah satu penggelar jasa akses internet (ISP) yang memblokir DNS di luar miliknya sendiri.

"Pemblokiran DNS ini merupakan suatu upaya untuk mencegah pelanggan mengelabui DNS Biznet dalam mengakses konten yang tidak diperbolehkan oleh Biznet maupun ISP nasional berlisensi lainnya," kata Bambang.

Dia menambahkan bahwa 90 persen situs dalam daftar hitam database Trust+ mengandung konten pornografi terlarang sebagaimana diterangkan oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Pornografi.

Selain Biznet, ISP lain yang ditengarai telah melakukan pemblokiran DNS serupa adalah Telkom Speedy.
sumber : kompas

"Hacker" Cantik, Jadi Bos di Google?

Parisa Tabriz,
Google merekrut banyak peretas untuk melindungi sistemnya dari gangguan pihak luar. Tugas mereka adalah mencari lubang keamanan dalam sistem sebelum ditemukan peretas jahat.

Salah satu peretas yang direkrut Google adalah wanita 31 tahun bernama Parisa Tabriz yang di kalangan karyawan Google dijuluki sebagai "Security Princess." Kenapa bisa dijuluki seperti itu?

Menurut Parisa yang kini menjabat sebagai Head of Security di tim peramban Google Chrome mengatakan bahwa ia memang meminta mendapatkan nama jabatan yang tidak terlalu serius.

"Saya rasa gelar Information Security Engineer kedengarannya membosankan, semua pria-pria di Google kerjanya sangat serius, karena itu julukan "Security Princes" rasanya lebih cocok," ujar wanita keturunan Iran-Amerika ini kepada Telegraph (4/10/2014).
Gelar Security Princess itu pun dipakai Parisa di dalam kartu namanya.

Parisa kini menjadi salah satu anomali di Silicon Valley, bukan hanya karena ia seorang wanita, namun juga menjadi bos dan memimpin 30 ahli yang tersebar di AS dan Eropa.
Parisa yang pada tahun 2012 pernah masuk dalam daftar 30 orang di bawah umur 30 tahun yang layak diperhatikan yang dibuat oleh Forbes itu mengatakan bahwa masih sediktinya wanita dalam industri teknologi juga disebabkan karena wanita masih meremehkan dirinya masing-masing.

Äda studi yang dilakukan beberapa tahun lalu yang mempertanyakan mengapa orang-orang meninggalkan kuliah ilmu komputer mereka," katanya.

"Wanita yang drop-out cenderung memiliki nilai rata-rata B minus dan alasan utamanya adalah pelajaran yang susah, sementara pria yang keluar rata-rata memiliki nilai C dan alasan mereka adalah ilmu itu tidak menarik," lanjut Parisa.

"Di industri keamanan komputer, keahlian itu lebih penting daripada jenis kelamin, pria atau wanita, untuk mendapatkan pekerjaan itu, kita harus berusaha semaksimal mungkin," demikian tegasnya.

Sebagai white-hat hacker, Parisa merasa keberadaan mereka perlu lebih dipromosikan. Ia mencontohkan kasus pembobolan iCloud yang mengakibatkan beredarnya foto-foto bugil artis-artis Hollywood.

"Hacker butuh publikasi yang lebih baik, semua harus tahu bahwa tidak semua dari kami berperilaku negatif seperti itu," ujarnya.
sumber : kompas

Google Diancam Gugatan, Foto Bugil Artis Tersebar?

Aktris Jennifer Lawrence kenakan tudung wajah yang tengah tren di gelaran karpet merah

Google menghapus "puluhan ribu" foto bugil yang dicuri dari para selebritas dan ditayangkan di internet, menyusul ancaman tuntutan terhadapnya.

Raksasa industri web itu menyebutkan dalam pernyataannya, mereka menghapus foto-foto curian itu "dalam tempo beberapa jam," berdasarkan sejumlah permintaan, dan bahwa mereka juga telah "menutup ratusan akun."

Sebelumnya, pengacara dunia hiburan Marty Singer disebutkan telah mengancam untuk menggugat Google dengan dasar melanggar privasi."

Dalam surat yang dimuat The New York Post, Marty Singer mengatakan, Google tidak "melakukan tindakan cepat dan bertanggung jawab untuk menghapus gambar-gambar itu," dan membantu "perilaku tercela para predator sakit jiwa" itu.

Para perempuan terkenal yang akan menjadi pihak penggugat masih belum jelas, namun para korban yang foto bugilnya dicuri peretas antara lain supermodel Cara Delevingne, aktris Jennifer Lawrence, penyanyi Rihanna, serta pesohor Kim Kardashian.

Dalam suratnya, pengacara Marty Singer mengatakan, "belasan" pesohor perempuan yang diwakilinya akan menuntut ganti rugi atas "perilaku tak etis yang terang-terangan" dan "secara sadar menampung dan memfasilitasi, serta melestarikan tindakan melawan hukum" dari para peretas.

Menanggapi hal itu, Google berkilah.

"Tentu orang akan terus menayangkan gambar-gambar seperti itu di internet. Jadi, seperti perusahaan online lain, kami mengandalkan laporan orang untuk membantu kami menghapus foto-foto itu, apakah dengan menandai isi internet, maupun dengan mengajukan permintaan agar foto-foto itu dihapus.
sumber : kompas