Tampilkan postingan dengan label IndoBola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IndoBola. Tampilkan semua postingan

Mengenal Pelatih Timnas, Nil Maizar Nil Maizar sukses mendaratkan Semen Padang di posisi keempat ISL 2010/2011.

Nil Maizar

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin telah resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih baru timnas senior. Pelatih Semen Padang ini menggantikan posisi Aji Santoso yang memilih fokus pada timnas U-23.

Nil Maizar sebenarnya bukan nama baru di pentas sepak bola Indonesia. Pelatih yang kini berusia 42 tahun itu merupakan jebolan program nasional Garuda II (1986-1991) dan pernah memperkuat timnas Indonesia pada Pra Olimpiade Barcelona 1992.

Sayang saat itu, Indonesia gagal melaju ke Barcelona karena hanya mampu berada di posisi kedua klasemen grup di bawah Jepang.

Meskipun gagal, Nilmaizar sempat merasakan kerasnya tempaan di Cekoslowakia saat Tim Garuda II ditangani Joseph Masopust. Ia bersama para pemain Garuda II seperti Rocky Putiray, I Komang Putra dan Agung Setyabudi berlatih selama 1,5 bulan di Ceko.

Bahkan, Nil dan tiga rekannya itu kembali menjalani latih Ceko selama 5 bulan. Nil sendiri mendapat kesempatan berlatih bersama Sparta Praha yang kala itu bermain di divisi utama liga Ceko.

Setelah gantung sepatu, Nil memutuskan untuk melanjutkan karirnya sebagai pelatih. Pria pendiam ini sempat menangani Semen Padang Junior era 2000-2003. Selanjutnya, selama lima musim Nil Maizar menjadi asisten pelatih yang menangani Semen Padang, mulai dari Syafrianto, Joko Susilo, hingga Arcan Iurie Anatolievici.

Nama Nil Maizar mulai meroket saat dirinya dipercaya sebagai pelatih kepala Semen Padang musim kompetisi 2010-2011. Saat itu, Kabau Sirah masih bermain di Liga Super Indonesia (ISL).

Di tangan Nil Maizar, SP yang tampil sebagai klub promosi tampil sebagai kuda hitam. Dengan materi yang tergolong pas-pasan, Semen Padang berhasil menempati peringkat keempat klasemen akhir ISL.

"Kuncinya dedikasi dan komunikasi dengan pemain," kata Nil Maizar kala itu. Meski sempat mendapat tawaran dari berbagai klub, Nil memilih untuk tetap menukangi Semen Padang hingga saat ini.

Nama Nil Maizar sendiri sudah lama digadang-gadang bakal menangani timnas senior. Meski demikian, keputusan pasti baru didapatkan pada Jumat, 13 April 2012. Dalam jumpa pers yang digelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Koordinator Timnas, Bob Hippy menyatakan bahwa PSSI secara resmi menunjuk Nil Maizar.
Homepage: http://bola.vivanews.com 

PSSI-KLB Siap Lunasi 'Utang' Kepada Riedl Riedl sendiri saat ini sudah diikat sementara sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Alfred Riedl

PSSI versi KLB Jakarta pimpinan La Nyalla Mattalitti menyatakan siap membayar semua kompensasi kontrak yang sempat menjadi masalah dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl.

Sosok Riedl menjadi pujaan masyarakat Indonesia saat mengantarkan skuad Garuda tampil menawan di Piala AFF 2010. Meski kalah di partai final dari Malaysia, pelatih asal Austria itu tetap dinilai sukses mengangkat kualitas Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Namun, kiprah pria 62 tahun itu bersama timnas hanya berlangsung singkat. Usai terpilih lewat KLB Solo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, secara tiba-tiba mengumumkan pemecatan Riedl pada 13 Juli 2011. Kontraknya bersama pengurus PSSI sebelumnya dinilai cacat dan bisa mengundang masalah.

Usai pemecatan, Riedl tidak tinggal diam. Pelatih yang memiliki kedisiplinan tinggi itu bahkan sudah melaporkan kasus ini ke FIFA. PSSI pun berjanji akan menuntaskan polemik kontrak yang sejatinya berakhir pada Mei 2012.

Namun, seiring waktu bergulir, kompensasi pemutusan kontrak Riedl masih terkatung-katung. La Nyalla pun angkat bicara.

Mantan ketua Pengprov Jawa Timur itu menyatakan siap menyelesaikannya. Dengan catatan, setelah PSSI yang dipimpinnya mendapat pengakuan legitimasi dari FIFA, pada tenggat waktu 15 Juni mendatang.

"Kalau FIFA mengakui legitimasi ada pada PSSI hasil KLB, berarti tanggung jawab saya untuk membayar utang-utang pada Riedl," cetus La Nyalla saat ditemui di Hotel Sahid, Jumat 13 April 2012.

"Insya Allah kami menang (dalam putusan FIFA)," imbuhnya sambil berlalu.

Riedl sendiri saat ini sudah diikat sementara sebagai pelatih Timnas Indonesia sampai tenggat waktu yang diberikan FIFA. Setelah itu, kontrak Riedl rencananya akan diperpanjang selama dua sampai tiga tahun.
Homepage: http://bola.vivanews.com

Riedl Desak PSSI Selesaikan Kontraknya "Masalah kontrak dengan PSSI belum selesai, dan saya masih akan menuntut," ujar Riedl

Alfred Riedl 

Permasalahan kontrak Alfred Riedl dengan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin - Farid Rahman belum tuntas. Mantan pelatih tim nasional Indonesia ini mendesak PSSI agar segera menyelesaikannya.

Pada 13 Juli 2011, PSSI memutuskan kontrak Riedl yang sejatinya baru berakhir pada Mei 2012. Menurut regulasi FIFA, federasi sepakbola negara bersangkutan harus membayar semua sisa gaji termasuk bonus bila terjadi pemutusan kontrak secara sepihak sebelum masa kontrak berakhir.

Hingga saat ini, PSSI belum juga menuntaskannya, karena itu Riedl terus menuntut apa yang menjadi haknya. Apalagi, pria asal Austria ini sekarang kembali ke Indonesia.

"Masalah kontrak dengan PSSI belum selesai, dan saya masih akan menuntut," ujar Riedl saat jumpa pers di Jakarta, Selasa 10 April 2012.

Pelatih asal Austria itu datang kembali ke Indonesia sejak Minggu 8 April 2012. Kehadirannya kali ini untuk memenuhi panggilan PSSI versi KLB Jakarta.

Riedl diproyeksikan untuk menangani Timnas senior dalam persiapan menuju Piala AFF 2012. Ia sangat antusias menyambutnya, meski belum resmi menandatangani kontrak.

"Saya datang ke sini atas nama pertemanan. Mungkin sampai beberapa pekan ke depan. Saya senang sekali dan sangat menikmatinya," kata pelatih yang mengantarkan skuad Garuda ke final Piala AFF 2010 tersebut.

Riedl menyatakan dia akan menolak jika PSSI pimpinan Djohar menawarinya untuk kembali melatih Timnas. Dia terlanjur kecewa dengan pemutusan kontrak yang dianggapnya dilakukan secara sepihak dan tak adil.

"Mereka hanya butuh tiga hari untuk memecat saya. Apakah itu masih bisa dikatakan teman?" dia bertanya.
Homepage: http://bola.vivanews.com

Riedl Tak Sabar Kembali Latih Timnas Dia tidak mempermasalahkan dualisme kompetisi dan pengurus PSSI di Indonesia.

Alfred Riedl mengawasi latihan timnas U-23 beberapa waktu lalu

Langkah Alfred Riedl menuju kursi pelatih Tim Nasional Indonesia kembali terbuka. Meski dihantui kisruh dualisme kompetisi dan kepengurusan, pelatih asal Austria itu menyatakan kesiapannya untuk kembali melatih tim Merah Putih.

Riedl kembali ke Indonesia setelah sebelumnya Ketua Umum PSSI versi KLB, La Nyalla Mattalitti, menegaskan pihaknya akan kembali mengontrak pelatih 62 tahun tersebut. Riedl mengaku tidak sabar untuk kembali melatih Timnas.

"Besok, saya berharap sudah bisa mulai bekerja. Dan berapa lama saya akan bekerja? Tergantung pembicaraan dengan pengurus PSSI baru. Tapi, saya harap bisa selama mungkin," ujar Riedl usai tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 8 April 2012 malam.

Riedl, yang dipecat secara sepihak oleh PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin pada 13 Juli 2011, mengaku mengikuti perkembangan sepakbola dalam negeri. Riedl pun mengaku siap menangani Timnas Indonesia meski sedang ada dualisme kompetisi dan kepengurusan.

"Saya sangat tahu bagaimana kondisi sepakbola Indonesia saat ini lewat suratkabar maupun internet. Jika sebuah pasangan pisah, jelas ada suatu masalah. Begitu juga dengan PSSI. Tapi, mereka yang memulai kepengurusan ini dengan masalah, kondisi pun makin memburuk," papar Riedl.

"Pertama mereka dapat banyak dukungan, tapi dalam waktu singkat berubah. Itu karena tidak bisa hadapi tekanan, jelas ada masalah di sana. Ini salah satu alasan saya kembali ke sini. Saya ingin ikut memperbaiki sepakbola Indonesia," sambungnya.

Menyangkut ancaman sanksi dari PSSI yang akan melapor ke FIFA, Riedl menegaskan, "Takut? Kenapa saya harus takut?."

Nama Riedl menjadi pujaan masyarakat Indonesia setelah berhasil membawa Timnas melangkah ke final Piala AFF 2010. Meski gagal di final, Riedl dianggap membawa Timnas Indonesia ke level yang baru.
Homepage: http://bola.vivanews.com

Ditekuk Brunei, Indonesia Gagal Juara Dua gol Brunei Darussalam tercipta di babak kedua.

Andik Vermansyah gagal membawa Indonesia juara

Tekad Timnas U-21 untuk memboyong gelar juara Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2012 akhirnya kandas setelah kalah 0-2 dari tuan rumah Brunei Darussalam, Jumat, 9 Maret 2012. Dua gol tuan rumah lahir di babak II lewat Aminuddin Zakwan dan Adi Bin Said.

Bertanding di Stadion Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam, Indonesia sebenarnya tampil menekan sejak babak pertama. Sebaliknya, tuan rumah memilih untuk bertahan sembari sesekali memanfaatkan serangan balik ke daerah pertahanan Indonesia.

Di babak pertama, kedua tim bermain imbang 0-0. Namun di babak kedua, Brunei Darussalam berhasil memimpin lewat gol Aminuddin pada menit ke-48. Memanfaatkan umpan silang, Aminuddin yang berdiri bebas di depan gawang berhasil mengecoh kiper Aji Saka.

Ketinggalan 0-1, Indonesia berusaha meningkatkan tempo permainannya. Namun Brunei yang semakin percaya diri justru tampil lebih disiplin dalam menjaga barisan pertahanannya. Brunei juga mulai berani keluar untuk menekan pertahanan Indonesia.

Pada menit ke-75, Brunei yang kini berada di peringkat 201 kembali membuat pendukung timnas terdiam. Aksi Adi Bin Said yang lepas dari pengawalan Syaiful Indra Cahya berhasil merobek jala Garuda Muda yang dikawal Aji Saka. Brunei pun unggul 2-0.

Indonesia berusaha memanfaatkan sisa waktu yang ada. Melalui penampilan cepat Andik Vermansyah dan Yosua Pahabol, Garuda Muda berusaha menekan pertahanan Brunei. Sayang, kokohnya barisan pertahanan Brunei mampu mementahkan tekanan-tekanan timnas U-21.

Hingga laga berakhir, Brunei tetap unggul 2-0 atas Indonesia.

Ini merupakan gelar perdana Brunei pada turnamen yang telah bergulir sejak 2002 ini. Sebelumnya Brunei selalu kandas di babak penyisihan. Sedangkan Indonesia merupakan juara HBT 2002. Saat itu, Gaurda tampil gemilang tanpa tersentuh kekalahan sejak babak penyisihan.
Skuad Timnas Indonesia U-21:
Aji Saka (GK), Syaiful Indra Cahya, Samsul Arifin, Kurniawan, Ridwan Awaludin (Abdul Kamil Sembiring), Achmad Faris Ardiansyah, Nurmufid Fastabiqul Khairot (Husin J Rahaningmas), Agus Nova Wiantara, Miko Ardiyanto, Yosua Pahabol, Andik Vermanshah (C)
Pelatih: Widodo C Putro

Skuad Brunei U-21:
Fakrul Zulhazmi bin Yussof (GK), Hendra Azam bin Md Idris (Reduan Bin Hj Petara), Najib bin Hj Tarif (C), Abd Mu’iz bin Sisa, Hazwan bin Hamzah, Afi bin Aminuddin, Aminuddin Zakwan bin Tahir, Azri bin Zahari, Azwan Ali Rahman, Nurikhwan bin Othman, Adi bin Said
Pelatih: Kwon Oh-son
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Oktavianus Bugar, Persija Siap Tempur Oktavianus sebelumnya mengalami cedera hamstring.



Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan bakal kembali menurunkan gelandang serang Oktavianus saat menjamu Persegres Gresik, Minggu 12 Maret 2012. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu dijadwalkan bertemu Persegres dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Iwan mengatakan, dalam laga Persija sebelumnya, Okta memang tidak bisa tampil memperkuat timnya lantaran cedera hamstring. Pemain yang sempat memperkuat Sriwijaya FC ini harus menjalani pemulihan cederanya selama sepekan.

"Tapi untuk pertandingan besok, saya kira dia sudah bisa diturunkan. Laga besok adalah laga come back-nya Okta. Dia pemain yang diharapkan bisa memperkuat daya gedor tim," ujar Iwan saat dihubungi VIVAbola, Rabu 7 Maret 2012.

Dalam skuad Macan Kemayoran, Okta memang menjadi pilihan utama Iwan di sektor sayap kiri tim. Meski di barisan gelandang Persija masih ada sejumlah nama seperti Rahmat Afandi, dan Johan Juansyah, namun Okta kerap dipasang sejak menit awal. Sedangkan untuk posisi sayap kanan, Iwan selalu memasang Ramdani Lestaluhu.

"Dia salah satu pemain penting dalam skuad kami. Saya berharap lawan Gresik nanti kami turun dengan full team. Selain Okta, tidak ada pemain cedera ataupun akumulasi kartu," ujar Iwan.

Persija Jakarta saat ini berada di posisi 6 klasemen sementara ISL. Macan Kemayoran mengoleksi 23 poin dari 14 pertandingan yang telah mereka jalani. Menghadapi Persegres, Persija sendiri tengah berada di atas kepercayaan diri tinggi usai menggilas Persiba Balikpapan 4-0.
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Kebutuhan Striker Anyar di Persib Mendesak “Kita memerlukan pemain bukan karena faktor kuantitas, juga karena kualitas," kata Mamic.


Pelatih Persib Bandung Drago Mamic bersama pasukannya di lapangan Siliwangi 

Pelatih Persib Bandung, Drago Mamic mengaku kehadiran striker tambahan di tubuh Maung Bandung cukup penting karena ia tidak mau kembali menghadapi situasi sulit seperti yang terjadi saat menghadapi Persipura, 27 Februari 2012 lalu.

Saat itu, Mamic terpaksa harus memasang Abanda Herman yang sebenarnya berposisi sebagai bek menjadi seorang striker akibat kekurangan stok pemain di lini depan setelah Moses Sakyi terkena akumulasi kartu kuning dan Airlangga Sucipto yang kala itu menjadi satu-satunya striker yang siap dimainkan sudah ditarik keluar pada babak kedua serti terganggunya kesehatan Aliyudin.

“Jangan sampai situasi dan persoalaan yang sama seperti di Papua kembali kita hadapi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Saat melawan Persipura saya terpaksa menurunkan Abanda sebagai striker karena tidak memiliki stok penyerang yang cukup,” tutur Mamic.

Karena itu, Mamic berharap Manajemen segera memastikan kehadiran striker baru di Maung Bandung. Mamic menyatakan Selasa, 6 Maret 2012 besok atau Rabu, 7 Maret 2012, pemain yang dijanjikan Manajemen tersebut akan bergabung menjalani latihan bersama tim.

“Kita memerlukan pemain bukan karena faktor kuantitas, juga karena kualitas. Saya berharap kita memiliki pemain yang bisa membawa tim ini tetap berada dalam persaingan dengan tim-tim papan atas. Dan, saya berharap juga pemain baru tersebut adalah seorang pemain yang spesial,” tandas Mamic.

Sebelumnya Mamic memutuskan untuk memulangkan dua pemain asal Korea Selatan karena pertimbangan keduanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim yakni Park Hyun Jun dan Jeon Kwang Jin setelah sebelumnya kedua pemain diberikan kesempatan mengikuti seleksi selama dua hari.
Homepage: http://bola.vivanews.com/