Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Berhati-hatilah Film Tegang Bisa Picu Aktivitas Otak!


Tim peneliti dari The College Kota New York dan Universitas Columbia, Amerika Serikat menemukan rangsangan visual dan audio yang mendatangkan respon emosional. Rangsangan ini juga menunjukkan keterlibatan tinggi dapat dihubungkan dengan pola aktivitas otak.

Tips Agar Keluarga Tetap Harmonis Meski Suami Istri Sama-Sama Bekerja


Manakah yang perlu didahulukan? keluarga atau pekerjaan? Ini pertanyaan yang tak mudah dijawab. Meski anda bekerja siang malam untuk menjaga kelancaran keuangan keluarga, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menomorsatukan karier.

Dulu memang ada model suami menjadi tilang punggung keluarga dengan menjadi satu-satunya pencari nafkah. sekarang zamannya berubah. Bila hanya mengandalkan pendapatan suami, rasanya ekonomi keluarga mnjadi ngos-ngos an.

Lantas bagaimana mengusahakan keseimbangan perhatian dalam keluarga? sejumlah pakar psikologi keluarga menganjurkan baik suami maupun istri yang bekerja agar mendengarkan curahan hati anak-anak dan berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan mereka.

Anak-anak membutuhkan kehangatan dari kedua orangtuanya. waktu yang berkumpul yang berkualitas adalah hak anak-nak. bila anak-anak mengungkapkan keberatan mereka atas kesibukan atau perilaku orangtuanya, hal tersebut harus didengarkan dan dijadikan masukan yang serius

Anda dan pasangan yang bekerja disarankan secara teratur mengusahakan liburan untuk anak-anak. Pada saat liburan, orangtua sebaiknya memusatkan konsentrasi pada kegembiraan keluarga. Kesempatan berkumpul nersama anak-anak dapat menjadi saat yang untuk memahamkan mereka bahwa Anda selalu ada untuk mereka.

Suami atau istri juga wajib salinh memberi waktu agar gejolak-gejolak yang terpendam dalam hati bisa terungkap. Suami maupun Istri harus saling mendengar dan menerima curahan kegelisahaan, kekhawatiran, dan harapan-harapan dari pasangannya.

Suami istri yang berhasil mempertahankan keharmonisan keluarga selama puluhan tahun , umumnya memiliki pandangan bahwa perkawinan merupakan kerjasama bukan persaingan. Hal ini karena suami istri sama-sama bekerja untuk mendukung kehidupan rumah tangga secara ekonomi maupun emosi.

Yang tak kalah penting adalah adanya batasan antara masalah rumah tangga dan pekerjaan. Biarkanlah urusan pekerjaan tetap berada di kantor dan ketika sampai di rumah gunakan waktu yang ada untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Semua saran tersebut diatas memang tersa ideal , tetapi banyak pasangan yang sudah mencobanya dan menuai hasil, bahkan ketika mereka belum dikaruniai buah hati.    

Pentingnya Pola Hidup Bersih bagi Anak


Pola hidup bersih sejatinya harys dikenalkan dan dilakukan sejak dini. Orangtua tentunya menginginkan anak mengerti akan kebersihan. Hal ini tak lain karena kebersihan adalah pangkal kesehatan. namun nyatanya tidak mudah mengajarkan hidup bersih kepada anak.

Untuk mengjarkan hidup bersih, anda sebagi orangtua harus tegas, tetapi dengan sabar. perlahan tapi pasti sang anak pasti akan mengerti dan akhirnya akan membawanya menjadi kebiasaan di kemudian hari.
mulailah ajari anak anda dengan contoh. sediakan sapu kecil yang bisa digunakan anak anda untuk menyapu. Sembari menyapu, berinteraksilah dengan anak. Jelaskan tempat-tempat yang sering kotor atau berantakan., ajarkan kepada anak mengenai akibat buruk jika ruangan kotor. Kegiatan menyapu bermanfaat pola untuk membantu merangsang sensor motorik sang anak.

Ajarkan kepada anak anda mulai dari hal kecil. seperti mencuci tangan. Anak usia 2 atau 3 tahun belum mengerti akan perintah cuci tangan. Oleh karena itu, bimbinglah sang anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan juga sesudah bepergian. berikan contoh terlebih dahulu, lalu ajak anak untuk mengikuti. hal ini dikarenakan pada usia dini, anak cenderung mengikuti apa yang sering dilakukan orangtuanya.
Satu lagi contoh pelajaran sederhana, adalah mengajarkan anak untuk mengganti pakaian seusai bermain. baju yang kotor bisa menyebabkan penyakit dan iritasi pada anak anda.

jangan lupa untuk mengajarkan anak membersihkan sisa kotoran seusai buang air besar dan kecil. hal ini menjadi penting karena sisa kotoran manusia adalah sumber penyakit. jelaskan dan selalu ingatkan dia untuk mengguyur sisa kotoran setalah melakukan buang air besar atau kecil. Ajarkan juga anak untuk membersihkan diri sendiri dari sisa kotoran buang air besar atau kecil.

menyikat gigi juga merupakan hal sederhana, tetapi sangat penting. Selalu ingatkan anak anda untuk menyikat gigi secara teratur , saat mandi pagi, sore, dan sebelum tidur. jangan lupa pula mengajarkan dia untuk selalu mandi pagi dan sore, terutama setelah bermain.

Nah, setelah anak anda terbiasa, jangan tersinggung apabila anak anda yang mengingatkan akan pentingnya osok gigi atau mandi. hal ini karena pelajaran yang anda berikan berarti telah dimaknai dan diterapkan hingga menjadi kebiasaan oleh sang anak.
homepage:kompas klasika

Bersepeda Pengaruhi Seksualitas Wanita


Studi terbaru Yale University mengungkap bahwa wanita yang terlalu sering bersepeda dengan posisi stang rendah berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan seksual.

Peneliti menjelaskan bahwa mengayuh sepeda dengan posisi stang rendah, seperti pada sepeda gunung, akan menciptakan tekanan besar pada area organ intim. Kondisi ini bisa menyebabkan mati rasa yang berujung pada disfungsi seksual.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 48 wanita yang memiliki frekuensi tinggi mengayuh sepeda, setidaknya 16 kilometer selama seminggu. Hampir semua mengayuh sepeda model gunung yang memiliki posisi stang rendah.

Mengamati gaya mengayuh puluhan wanita tersebut, peneliti mencatat bahwa mayoritas menyandarkan beban tubuh ke bagian depan dengan daya topang di tangan. Posisi punggung rata meski doyong 30-45 derajat ke arah depan untuk mendapatkan posisi yang lebih aerodinamis.

Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan, mayoritas wanita tersebut mengalami masalah mati rasa di area sekitar panggul. "Semakin rendah posisi stang, semakin besar tingkat risiko gangguan seksual," kata peneliti, seperti dikutip New York Times.

Tak hanya pada wanita, penelitian sebelumnya yang dipresentasikan di konferensi tahunan 'Reproduksi dan Embriologi Masyarakat Eropa' ke-12, juga menunjukkan pengaruh buruk bersepeda pada seksualitas pria.

Pria yang terlalu sering mengayuh sepeda, setidaknya sekitar 290 kilometer per minggu, cenderung memiliki kualitas dan kuantitas sperma lebih buruk dibandingkan kelompok pria sehat yang jarang bersepeda.

Penurunan kualitas dan kuantitas sperma itu diyakini terkait kompresi akibat gesekan antara testis dan pelana sepeda. Bisa juga lokalisasi panas yang dihasilkan oleh gesekan saat mengayuh sepeda dan celana yang cenderung ketat.
homepage:http://kosmo.vivanews.com

Kenali Bahaya Gula Pada Si Kecil Konsumsi gula yang baik pada anak-anak yaitu tidak lebih dari 3 - 8 sendok teh per hari.

Gigi berlubang disebabkan karena gula yang berlebihan

Bayi yang baru lahir lebih menyukai rasa manis. Hal ini dikarenakan mereka terbiasa diperkenalkan dengan makanan padat yang dimulai dengan rasa manis, seperti buah dan biji-bijian. Jadi jangan heran, jika saat tumbuh dewasa mereka gemar menyukai makanan dan minuman dengan cita rasa manis.

Memang tidak ada salahnya memperkenalkan rasa manis pada si kecil. Tetapi yang harus diperhatikan adalah sedikit banyaknya jumlah yang dikonsumsi. Gula yang berlebih akan membawa masalah kesehatan untuk buah hati Anda.

Ini adalah beberapa dampak bahayanya gula yang berlebih trehadapa si kecil:

1. Gula dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Makanan manis akan memberikan makan pada bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

2. Gula juga dapat membuat si kecil hiperaktif. Kadar gula tinggi akan membuat tubuh melepaskan insulin yang membantu penyerapan gula dalam tubuh sebagi sumber energi. Hal ini juga akan menyebabkan kadar gula turun dengan cepat, sehingga si kecil mudah gemetar dan lesu, ini akan membuatnya ketagihan dengan permen.

3. Sama seperti halnya orang dewasa, kelebihan kalori juga dapat membua anak-anak obesitas. Selain itu anak yang gemar makan gula cenderung sedikit mendapatkan nutrisi dari makanan sehat. Karena rasa manis akan cepat membuat perut terasa kenyang.

4. Gula tidak menyebabkan diabetes. Tetapi diet gula dengan pemanis tambahan dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2 atau resistensi insulin yaitu pra diabetes.

Berapa banya gula yang baik dikonsumsi untuk si kecil?

Pada tahun 2009, American Heart Assosiation (AHA) menetapkan panduan baru terhadap batas jumlah gula tambahan yang baik saat berdiet. Anak-anak baik mengkonsumsi gula tidak lebih dari tiga sampai delapan sednok teh per hari. Sayangnya, menurut studi lain yang dilakukan oleh AHA, anak-anak umur satu tahun hingga tiga tahun sudah dapat mengkonsumsi 12 sendok teh gula per hari.
Homepage : http://kosmo.vivanews.com

Tips Jitu Mengurangi Jajan Anak


Peranan orang tua sangat penting terhadap nutrisi anak. Agar anak Anda terhindar dari makanan yang buruk, Anda perlu membatasi jajan anak. Berikut ini adalah Tips jitu dalam mengurangi jajan si kecil:

1. Beri Informasi. Beri informasi tentang efek buruk dari makanan jajanan,termasuk makanan di dalam iklan. Katakan bahwa tidak semua makanan pabrik itu lebih unggul dari makanan natural.

2. Buat Makanan Sendiri yang Memancing Selera. Anda sebaiknya membuat makanan sendiri yang sederhan setiap hari. Diharapkan anak-anak cinta dengan makanan rumah. Cobalah untuk kreatif dalam membuat makanan yang dapat menambah selera makan anak, namun tetap menyehatkan. Anak-anak seringkali menyukai makanan dalam kemasan kecil-kecil dan lucu seperti agar-agar dicetak dengan kemasan bergambar princess atau tokoh-tokoh kartun idola mereka lainnya.
homepage:http://tipsanda.com

Bahaya yang selalu menghantui Wanita Cobalah untuk mendeteksi Dini Kanker Serviks, Selain pap smear lebih baik melakukan pencegahan dengan edukasi mengenai kanker serviks.


Kampanye Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker yang menyerang kaum wanita dan jumlah penderitanya meningkat beberapa tahun belakangan. Dari seluruh penderita kanker di Indonesia, sepertiganya adalah penderita kanker serviks. Kanker ini memang merupakan pembunuh wanita yang menakutkan.

Konsultan kanker kandungan, Dr. Toto Imam, Sp.OG dalam talkshow kesehatan dan kecantikan di Mabes TNI Cilangkap, menjelaskan beberapa fakta mengenai kanker serviks dan bagaimana cara mendeteksi dini kanker yang sudah merenggut jutaan nyawa wanita di dunia itu.

Menurutnya, penyebab kanker serviks adalah virus yang dibawa oleh pasangan ketika sedang berhubungan intim. Selain itu pengaruh lingkungan dan senyawa kimia yang sering digunakan juga bisa menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

"Penyebabnya adalah virus HPV atau Human Papiloma Virus yang dibawa ketika berhubungan badan. Virus ini dibawa oleh alat, bisa alat kelamin pria, atau aksesori yang berhubungan dengan seks," jelasnya.

Lebih lanjut, Toto menjelaskan ketika melakukan hubungan badan, mulut rahim pasti terkena dan menyebabkan lecet. Lecet itu tidak menjadi berbahaya ketika bisa sembuh dengan sendirinya karena mulut rahim mempunyai daya regenerasi yang cepat. "Yang menjadi masalah adalah ketika lecet itu lama sembuh dan dimasuki kuman atau virus HPV," tambahnya.

Ditambahkan Toto, semua wanita berisiko terkena kanker serviks. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain berhubungan seks di usia muda, makin muda usia, mulut rahim makin mudah lecet. Berhubungan badan dengan banyak orang juga bisa menjadi penyebab kanker tersebut. Begitu juga jika tidak merawat kebersihan alat kelamin dengan baik. Selain itu, wanita perokok juga berisiko terkena kanker serviks.

Namun, saat ini ada cara yang sangat mudah untuk mendeteksi kanker serviks. Menurut Toto, sebelum terjadi kanker terdapat masa pra-kanker yang hampir tidak ada keluhan. Maka menurutnya lebih baik memeriksa sejak dini menggunakan pap smear. Pap smear mendeteksi pra-kanker, alat ini tidak terlalu besar dan proses pemeriksaan tidak memakan waktu lama.

"Bagi wanita yang sudah menikah atau dari usia 18 sampai 65 tahun disarankan melakukan pap smear setahun sekali. Pemeriksaan sangat sederhana, tidak sakit, tidak lebih dari 10 menit, dan relatif murah," ujarnya menjelaskan.

Ada beberapa syarat sebelum melakukan pap smear. Pertama, tidak boleh dilakukan saat haid, jangan mencuci daerah kewanitaan menggunakan sabun pencuci yang memiliki bahan antiseptik, dan jangan berhubungan seksual selama 3 hari.

Selain melakukan pap smear, kanker serviks juga bisa dihindari dengan menggunakan pengaman ketika berhubungan badan dan melakukan suntik vaksinasi. Vaksin ini sangat perlu untuk melakukan pencegahan, bisa diaplikasikan kepada wanita berusia 10 sampai 55 tahun. Vaksin bernama Cervarix, yaitu suntik dasar yang dilakukan sebanyak tiga kali.

"Bulan ini, bulan depannya lagi, dan lima bulan selanjutnya," ungkap Dr. Toto lebih lanjut.

Homepage: http://kosmo.vivanews.com/

Cara Mengajari Anak Balita Berenang


da sekian banyak metoda bangaimana cara mengajari anak balita berenang, semua tentu bertujuan untuk membuat si kecil sehat. Pada dasarnya berenang bagi balita adalah tahap pengenalan terhadap medan atau dunia baru bagi syaraf motorik balita, tidak bertujuan untuk berenang dalam arti seperti perenang atletik ya...yuk mari kita simak bagaimana cara mengajari anak balita berenang, berikut langkah aplikatif yg sekiranya bisa menjadi acuan.

Mengajari anak balita berenang adalah sejak bayi setelah usia 4 bulan sebenarnya anak sudah bisa diajarkan berenang jika kepala bayi anda sudah tegak karena sudah sehat secara motorik, pernapasan jantung serta pencernaannya. Bunda sudah bisa mengajarkan bayi Bunda untuk berenang dikolam renang buatan seperti yang terjual di pasaran dengan ukuran-ukuran yang tersedia, bahkan saat dirumah pun Bunda bisa mengajarkan bayi bunda untuk berenang bersama.

Sebelum berenang, balurkan cairan khusus di kulit tubuh si kecil agar sinar matahari tak merusak kulitnya yang masih peka. Cairan ini juga berfungsi melindungi kulit anak dari kemungkinan iritasi yang diakibatkan oleh obat/cairan yang kerap digunakan di kolam renang seperti kaporit.
Untuk perlindungan kulit muka yang sangat sensitif sekaligus perlindungan mata akibat air di kolam renang, gunakan kacamata khusus untuk berenang. Pada beberapa toko olahraga terkemuka, tersedia kacamata renang untuk Anak balita. Namun yang penting usahakan bagian muka dan kepala Anak selalu berada di atas air.
Hindari melontarkan kata-kata yang tak mendukung selama Anda mengajari si kecil berenang. Tunjukkan selalu sikap riang dan wajah penuh senyum sehingga si kecil dapat menikmati berenangnya.
Bila si kecil mengalami "kecelakaan" seperti tersedak air atau tergelincir, ingatlah untuk tak menunjukkan sikap panik. Lakukan tindakan dengan segera, namun dengan sikap tetap riang.
Selalu beri pujian setiap kali Anak mampu melakukan tahapan berenang yang diajarkan kepadanya. Sebaliknya, jangan mengejek atau mengatakan ia bodoh kala ia gagal, tapi berilah kata-kata yang membuatnya makin bersemangat untuk terus belajar.
Jangan lepaskan si kecil sedetik pun dari pengawasan Anda. Baik kala ia berenang di rumah, di kolam renang umum, maupun di tempat kursus.
Usai berenang, segera mandikan si kecil. Bila berenang di kolam renang umum yang mengandung kaporit, guyur ia dengan air cukup banyak untuk menghilangkan kaporit tersebut menempel terlalu lama di kulit. Gunakan sabun dan sampo khusus untuk anak. Setelah itu, keringkan tubuhnya dan baluri tubuhnya dengan lotion pelembut.
Berhentilah pada saat balita Anda sudah kedinginan bahkah bila baru sebentar berenangnya.
Hentikan kegiatan berenang untuk sementara kala si kecil sakit, kendati ia hanya batuk pilek. Begitu pula jika ia terkena ruam kulit dan diare.
homepage:http://blogdokter-indonesia.blogspot.com

olahraga untuk anak usia 2-6 tahun


Bergerak alias berolah fisik? Ini memang aktivitas favorit hampir setiap anak. Namun ternyata, itu saja tidak cukup lho. Gerakan yang dilakukan si kecil seringkali harus terus dilatih, atau bahkan bila perlu diperbaiki. Dengan begitu, gerakannya akan benar-benar sempurna nantinya.
Nah, salah satu cara untuk melatih gerakan anak Anda adalah dengan mengajaknya berolahraga. Kok begitu? Olahraga tak sekadar membuatnya sehat dan bugar, tapi bisa pula mengembangkan kemampuan motoriknya. Jadi, tubuh anak ’dijamin’ pasti lebih fit, sehingga bisa survive ketika menghadapi berbagai tantangan yang menghadang (secara fisik maupun psikis).
Masalahnya, Anda tidak bisa sembarangan memilih olahraga untuk anak. Jadi, banyak-banyaklah ’belanja’ info seputar dunia olahraga.
Bila anak belum ingin berolahraga, jangan memaksanya. Anak mengembangkan keterampilan tertentu pada usia yang berbeda-beda. Makanya, jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak lain. Sepanjang tumbuh kembangnya normal (dan sesuai target!), biarkan ia menguasai keterampilan berdasarkan kemampuannya sendiri.
Beberapa anak enggan berolahraga karena merasa takut gagal atau gampang frustrasi. Lagi-lagi, kenali sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh anak dan jangan bosan memberi dorongan. Berikut ini beberapa jenis olahraga yang pas untuk usia anak:
A. Umur 2-3 tahun.
Olahraga yang sifatnya belum terstruktur, seperti berlari, berayun-ayun, memanjat, dan bermain air. Pada usia 2 tahun, anak sudah mampu melompat dengan satu atau kedua kaki, dan berlari. Pada usia 3 tahun, ia sudah bisa berubah-ubah arah (dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang) dengan mudah. Catatan: Umumnya, anak belum siap untuk bergabung ke dalam olahraga yang berstruktur atau terlibat dalam aktivitas yang sarat kompetisi. Bila anak enggan bergabung dalam olahraga tertentu (untuk alasan apapun), jangan dipaksa ya. Coba cari tahu penyebabnya. Bila perlu, tunda dulu dan coba lagi beberapa bulan atau tahun setelahnya. Yang bisa Anda lakukan: Selalu mendampingi anak. Jangan pernah lupa mengoleskan tabir surya ketika anak di luar rumah (ini berlaku sampai kelak ya).
B. Umur 4-5 tahun.
Biasanya, anak sudah bisa menggelindingkan bola besar, menangkap bola, serta piawai dengan sepeda roda tiga. Ia juga mulai suka berenang atau bersenam (tapi tanpa diprogram).Catatan: Apapun olahraga pilihannya, si kecil mesti senang. Jika anak tidak bahagia, tanyalah alasannya dan coba atasi masalah atau cari olahraga lain yang lebih disukai. Ini penting jika anak ingin melakukan olahraga terstruktur. Kelak anak yang tertekan karena harus bersaing, bisa saja membentuk sikap negatif terhadap dunia olahraga atau mencederai dirinya sendiri (karena selalu berusaha menyenangkan orang lain). Yang bisa Anda lakukan: Pastikan jadwal anak tidak berlebihan, sebab bisa membuatnya stres. Siapkan pengaman yang diperlukan. Misalnya, pengaman siku, lutut, atau helm, ketika anak bersepeda. Jadikan hal ini kebiasaan, apapun jenis olahraga pilihan anak nantinya.
C. Umur 5-6 tahun.
Banyak keterampilan yang sudah dikuasainya, termasuk baris-berbaris, latihan keseimbangan (berjalan di atas titian balok), memanjat, berayun, bergelantungan, berguling, berputar, dan lain-lain. Catatan: Si kecil sudah bisa melakukan permainan sederhana dengan bola. Meski ini melibatkan koordinasi dan kelincahan, biarkan ia bermain secara bebas alias tanpa aturan yang ketat. Yang bisa Anda lakukan: Ingatkan anak bahwa titik berat olahraga tetap pada bersenang-senang, bermain bersama teman-temannya, serta menguras tenaga. Tidak ada embel-embel lainnya.
homepage:http://ariefboy.multiply.com

Tips Dan Trik 9 Kerewelan Balita Dan Cara Mengatasinya

Masih susah bicara bikin si batita gampang frustrasi. Sedikit-sedikit menangis, menjerit, kadang disertai amukan. Perilaku ini sering tak kenal waktu dan tempat. Penyebabnya kadang juga membingungkan. Apa saja sih? Nah, coba deh kenali 9 sumber kerewelan anak batita dan cara jitu mengatasinya!
1. REWEL KALA SAKIT
Wajar jika anak rewel kala sakit. Diberi ini salah, diberi itu salah. Kondisi tak nyaman membuat anak uring-uringan. Tak heran, semua itu bisa mengubah perilaku anak. Si kecil yang tadinya aktif dan ceria, mendadak murung dan cengeng. Anak pun jadi lebih manja.
Cara Mengatasi:
- Bersabarlah menghadapinya. Anak sakit lebih membutuhkan banyak perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman, hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan.
- Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan bisa bermain kembali.
- Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi, karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh.
2. REWEL DI TEMPAT BARU/ASING
Meskipun dinilai wajar, perilaku ini sering membuat kesal orangtua. Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan kondisi baru. Tak jarang, kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih jika anak belum mengenal kondisi tempat baru itu sebelumnya, juga fasilitas yang ada. Saat anak diajak ke tempat praktik dokter, misal, dia tentu bingung dengan ruangan serba putih, dan terdapat berbagai peralatan “aneh” macam jarum suntik, stetoskop, mesin USG, dan sebagainya.
Cara Mengatasi:
Sebelum mengajak si kecil pergi, orangtua perlu membekali anak mengenai tempat apa yang akan dituju, kondisi apa sajakah yang akan ditemui anak, apa pula benda-benda yang terdapat di sana. Sering-seringlah bepergian ke tempat baru bersama si batita. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pengalaman anak.
3. REWEL KALA BERTAMU
Sering kan menghadapi batita yang merengek-rengek minta pulang kala diajak bertamu, “Pulang… Ma… pulang….” Kerewelan ini disebabkan si batita menganggap, rumahku adalah surgaku. Tiada tempat yang paling indah dan nyaman selain rumah. Apalagi jika lingkungan rumah benar-benar menyenangkan; luas, sejuk, dan banyak mainan. Selain itu, banyaknya sosok asing di rumah orang lain membuat anak enggan berlama-lama. Belum lagi rumah itu kurang menyenangkan seperti sempit, gerah, dan sumpek.
Cara Mengatasi:
- Buatlah anak merasa nyaman. Sebelum pergi, bekali si kecil dengan banyak mainan. Jika di rumah yang dikunjungi ada anak kecil, ajak bermain bersama si kecil. Perhatikan juga kondisi tubuh anak. Jika terlihat lelah, biarkan dia beristirahat sejenak.
Setelah cukup, orangtua bisa mengeksplorasi lingkungan rumah yang dikunjungi. Siapa tahu banyak hal menarik yang bisa ditemukan seperti ada kolam ikan, taman, dan sebagainya.
- Ajari anak bersosialisasi dengan mengunjungi rumah tetangga, saudara, atau teman, sehingga dia terbiasa mengunjungi rumah orang lain.
4. REWEL SAAT ADA IBU
Kerewelan justru terjadi saat ibu ada di rumah. Biasanya disebabkan anak meminta perhatian lebih. Maklum, ibu yang bekerja umumnya banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Keberadaan ibu membuat si batita menuntut macam-macam. Apalagi, ibu bekerja biasanya menerapkan aturan lebih longgar dan minim memberikan punishment, juga selalu memanjakan anak. Nah, bagi anak, ini merupakan aji mumpung untuk melanggar aturan atau memaksakan kehendak.
Cara Mengatasi:
- Bersikap tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan adalah solusinya. Jika ibu menerapkan aturan tidak boleh menonton teve hingga larut malam, maka semua yang ada di rumah harus menerapkan aturan itu. Ini untuk mengajari si batita, mana yang benar dan mana pula yang salah. Sikap tega dan tegas harus dikedepankan. Jika ibu dan pengasuh atau anggota keluarga lain di rumah berbeda pola asuh, anak cenderung memilih aturan yang dirasa paling enak. Namun jika ibu dan semua anggota keluarga konsisten, maka si batita tidak akan berulah di setiap akhir pekan, atau kala ibu ada di rumah. Disiplin dan rutinitas batita akan terbentuk dengan baik. Berikan sanksi mendidik jika perlu. Selain itu, jangan sungkan memberikan penghargaan jika anak bisa melakukan rutinitas dengan baik. Penghargaan tidak melulu berbentuk hadiah, tapi juga berbagai bentuk lainnya seperti pelukan, ciuman, atau pujian. Dengan demikian, batita akan selalu mengulangi perilaku positif, sekaligus menjauhi sikap negatifnya.
5. REWEL SAAT ARISAN
Dalam kondisi tertentu, orangtua kadang terpaksa mengajak batitanya ikut serta arisan. Namun si batita tak bisa duduk manis selama acara berlangsung. Bahkan, tak sedikit anak berbicara sambil berteriak-teriak atau berlarian ke sana kemari. Banyak orangtua yang kesal dan langsung memarahi si batita. Padahal, tindakan memarahi malah dapat memberikan dampak yang tak baik bagi si batita. Selain membuatnya jadi rewel, bukan tak mungkin anak menganggap acara arisan tidaklah menyenangkan. Ia pun kapok jika suatu saat orangtua mengajaknya serta.
Cara Mengatasi:
- Sebetulnya, wajar saja bila si batita tak dapat duduk manis berlama-lama. Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Makanya, dia tak bisa diam. Lagian, anak juga bukan orang dewasa mini yang bisa duduk lama dengan tenang. Acara arisan juga tidak menarik di mata anak. Yang dapat dilakukan adalah menyalurkan energi anak di luar ruangan. Ajak anak bermain di luar ditemani pengasuhnya. Lakukan beberapa permainan yang menyenangkan. Jika kebetulan orangtua lain membawa serta anak, biarkan si kecil berbaur bersama mereka dengan didampingi pengasuhnya.
6. REWEL KALA DITINGGAL ORANGTUA
Sulit kan jika anak tidak mau ditinggal pergi? Walhasil, banyak aktivitas orangtua yang batal gara-gara anak. Di usia ini, anak sedang mengembangkan sikap kelekatan. Jika anak menganggap orangtua adalah sosok paling dekat, maka sulit baginya untuk berpisah, maunya menempel melulu. Anak merasa tidak aman jika diasuh oleh sosok lain.
Cara Mengatasi:
- Berikan penjelasan. Jika ibu harus meninggalkan anak pergi berbelanja, katakan, “Mama mau pergi ke pasar. Tidak lama, kok, nanti Mama pulang dan bisa main lagi sama Adek.” Cara itu akan membuat anak mengerti, orangtua pergi hanya untuk sementara waktu.
- Hindarkan pergi secara sembunyi-sembunyi, bahkan berbohong. Itu bisa membuat anak semakin rewel, bahkan muncul ketidakpercayaan dalam dirinya.
- Agar anak tak terlalu merasa kehilangan, biarkan dia terlibat dalam sebuah kegiatan yang mengasyikkan seperti corat-coret. Biasanya, anak akan larut dalam aktivitasnya dan tidak terlalu memedulikan kepergian orangtua.
7. REWEL SETIAP KALI DIAJAK PERGI
Banyak orangtua yang pusing sekaligus kesal saat mengajak anaknya pergi. Itu semua terjadi karena si batita masih sulit mengendalikan emosinya. Selain orangtua juga mesti mengetahui penyebab kerewelan anak, semisal mood-nya sedang buruk. Atau, siapa tahu orangtua terlalu heboh saat mengajak anak bepergian, umpama, memburu-burunya mandi dan berpakaian. Ketergesaan itu menyebabkan anak tidak nyaman, lalu mengekspresikannya dengan sikap rewel. Sebab lain, mencari perhatian orangtua.
Cara Mengatasi:
Atasi berdasarkan penyebabnya. Bila dikarenakan suasana hatinya kurang baik, bangkitkanlah mood-nya. Jelaskan, perjalanan dan tempat tujuan sangat menyenangkan. Beritahukan hal-hal menarik apa saja yang bisa ditemui anak di tempat tujuan, seperti melihat sawah milik kakek, kerbau, dan sebagainya. Demikian juga kala di perjalanan. Jelaskan beberapa hal menarik yang bisa ditemui, misal, dengan menggunakan mobil sendiri, anak bisa melihat pemandangan. Jangan lupa, bawa serta mainan untuk di perjalanan. Atau, selama perjalanan orangtua bisa membuat aneka permainan menarik. Kalau memungkinkan, hindari mempersiapkan kepergian dengan terburu-buru, agar anak menganggap bepergian adalah hal yang menyenangkan.
8. REWEL SETIAP PAGI
Ada beberapa batita yang bersemangat setiap bangun pagi, di sisi lain banyak juga batita yang justru rewel. Menangis dengan berteriak, bahkan beberapa bersikap manja. Ini bisa disebabkan bermacam-macam hal. Boleh jadi sehari sebelumnya si batita mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga pengalaman itu masih membekas saat terbangun. Jangan-jangan anak juga mendapat mimpi buruk. Atau, si kecil terlalu lelah atau sedang sakit, hingga dia mengekspresikan perasaan tidak nyamannya dengan sikap rewel. Rewel adalah tanda anak lelah, mengantuk, sakit, kecewa, sedih, dan lain-lain.
Cara Mengatasi:
- Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
- Orangtua jangan menyikapi kerewelan anak dengan sikap marah karena tak akan mampu meredam kerewelan, malah kerewelannya semakin menjadi. Bersikaplah tenang dan santai.
- Bila ibu sudah tak kuat menghadapi kerewelan anak, minta ayah atau orang lain menangani si kecil. Menangani sikap anak dengan emosi justru membuat anak semakin tertekan. Bukan tak mungkin jika sikap rewel akhirnya menjadi rutinitasnya setiap pagi.
- Ciptakan suasana menyenangkan di waktu malam menjelang tidur. Entah dengan mandi air hangat lebih dulu, lalu membacakan cerita, menyetel musik lembut, dan lain-lain. Dengan aneka ritual sebelum tidur, membuat suasana hati anak menjadi baik. Suasana hati yang baik itu pulalah yang akan dibawanya saat terbangun dari tidur.
9. REWEL SAAT NAIK KENDARAAN UMUM
Naik bis, angkutan kota, atau kereta api? Pasti banyak orangtua yang memiliki pengalaman tak menyenangkan dengan ulah si batita. Sepertinya angkutan umum bak “neraka” buat anak. Dia ingin cepat-cepat keluar dari dalamnya. Apalagi jika perjalanan harus memakan waktu berjam-jam, kerewelan anak pun semakin bertambah. Semua itu terjadi karena anak merasa bosan berlama-lama di angkutan umum. Ketiadaan aktivitas sangatlah menjenuhkan bagi anak usia ini. Ia pun lalu mengungkapkannya dengan kerewelan. Apalagi jika angkutan umum itu tidak berpendingin udara, sempit, dan sesak.
Anak juga rewel karena merasa tidak nyaman bertemu dengan banyak orang yang tak dikenalnya. Selain itu, anak usia ini bukan tipe “pertapa” yang bisa duduk berlama-lama. Anak sedang dalam masa eksplorasi. Keinginannya adalah bergerak dan terus bergerak. Ini tidak hanya berlaku untuk anak laki-laki, tapi juga perempuan.
Cara Mengatasi:
- Kerewelan anak bisa terjadi hanya saat pertama kali, tapi juga bisa setiap kali naik angkutan umum. Rewel saat pertama kali naik angkutan umum adalah wajar. Yang dapat dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman di angkutan umum. Dengan demikian, anak pun tidak rewel lagi.
Orangtua bisa mengajak anak mengobrol agar tak bosan. Jika mungkin, bisa juga diperdengarkan musik kesukaannya. Tentu dengan tak mengganggu penumpang lain. Ceritakan semua pemandangan yang ditemuinya saat di jalan. Ladeni semua pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya.
Hal penting lainnya, bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, di samping membawa beberapa mainan favorit anak. Pilih mainan yang sekiranya bisa dimainkan di angkutan umum.
Saeful Imam.
homepage: http://keluargasehat.wordpress.com/