Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan

Liverpool Targetkan Lolos Liga Champions Gelar Piala Carling diharapkan membawa Liverpool bersemangat merebut tiket Liga Champions.


Pemilik Liverpool, John Henry dan Tom Werner mengaku puas bisa merebut gelar Piala Carling 2011-12. Mereka berharap hal tersebut bisa memacu Liverpool untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Liverpool menjadi juara setelah menaklukkan Cardiff City lewat adu penalti dengan skor 3-2, Minggu 26 Februari 2012. Sebelumnya selama 120 menit kedua tim bermain imbang 2-2.

“Ini merupakan sore yang menegangkan dengan hasil yang luar biasa. Ini hari yang hebat untuk Liverpool. Saya sangat tegang. Saya tak menonton adu penalti. Saya hanya mendengarnya,” kata Tom Werner seperti dilansir Soccerway.

“Tujuan kami adalah mencapai Liga Champions musim depan, namun ini merupakan hari besar bagi kami. Saya berharap ini adalah pernyataan, ini hanya satu pertanda yang membuat kami semakin antusias untuk maju,” lanjutnya.

Senada dengan Wener, John Henry juga merasa puas dengan pencapaian ini. Gelar juara ini mengakhiri paceklik gelar juara Liverpool selama 6 tahun.

“Ini hebat setelah apa yang terjadi dalam beberapa tahun dengan apa yang kami lakukan di lapangan. Akhirnya kami bisa mencapai apa yang kami lakukan di lapangan,” kata Henry.

“Ini merupakan langkah awal bagi kami untuk tujuan yang kami inginkan. Para suporter selalu mendukung di luar lapangan. Memenangkan gelar untuk pertama kali setelah 6 tahun akan kembali membawa kembali keyakinan kami,” lanjutnya.

Liverpool kini berada di peringkat ketujuh dengan mengoleksi 39 poin dari 25 pertandingan. The Reds berselisih 7 poin dari Arsenal di peringkat keempat yang merupakan jatah terakhir untuk Liga Champions musim depan.
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Cardiff-Liverpool Masuk Perpanjangan Waktu Martin Skrtel menyamakan kedudukan pada menit 60.


Laga final Piala Carling antara Cardiff City melawan Liverpool harus memasuki perpanjangan waktu. Bermain di Stadion Wembley, Minggu 26 Februari 2012, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 2 X 45 menit.

Meskipun berstatus tim Championship (Divisi I), Cardiff rupanya sanggup menyulitkan Liverpool. Tekanan demi tekanan yang dilakukan Liverpool di babak pertama sulit menembus gawang Cardiff yang dikawal Tom Heaton.

Cardiff justru sempat unggul lebih dulu lewat gol Joe Mason pada menit 19. Memanfaatkan umpan Kenny Miller, dengan tenang Mason memperdaya kiper Liverpool, Pepe Reina.

Tertinggal satu gol membuat Liverpool semangat menyerang. Menit 44, berawal dari tendangan bebas Steven Gerrard, Daniel Agger sempat melepaskan sundulan berbahaya. Namun masih bisa diamankan kiper Cardiff, Heaton. Skor 1-0 untuk kemenangan Cardiff bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua, Liverpool terus menggempur pertahanan Cardiff untuk menyamakan kedudukan. Namun ketidaktenangan dalam menyelesaikan peluang membuat pasukan Kenny Dalglish sulit mencetak gol.

Usaha Liverpool baru menemui hasil pada menit 60. Berawal dari tendangan penjuru Andy Carroll, bola sempat ditendang oleh Luis Suarez. Bola tendangan Suarez lalu mengenai kaki Martin Skrtel. Dengan tenang, Skrtel menceploskan bola ke gawang Tom Heaton.

Gol Skrtel membuat Liverpool semakin bersemangat memberikan tekanan ke gawang Cardiff. Namun tekanan demi tekanan masih belum berbuah hasil. Menit 76, Martin Skrtel melepaskan tendangan voli keras yang berbahaya. Namun masih bisa diamankan kiper Cardiff, Tom Heaton.

Cardiff bukan tanpa peluang. Menit 86, Don Cowie melepaskan umpan silang dan langsung disambut sundulan Ben Turner. Namun sayangnya sundulan Turner masih melebar.

Sampai 2 X 45 menit berakhir, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Hasil ini memaksa pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.



Susunan Pemain

Cardiff City: Heaton; McNaughton, Hudson, Turner, Taylor; Cowie, Gunnarsson, Whittingham, Gestede, Mason; Miller

Liverpool: Reina, Johnson, Agger (Carragher 86’), Skrtel, Enrique, Gerrard, Adam, Henderson (Bellamy 58’), Downing, Suarez, Carroll
homepage: http://bola.vivanews.com/

Eduardo Salvio Gantikan Di Maria Di Maria diketahui mengalami cedera otot saat tampil membela Madrid akhir pekan kemarin.


Angel Di Maria batal memperkuat Timnas Argentina di laga ujicoba versus Swiss pada Rabu, 29 Februari 2012. Sebagai gantinya, pelatih Albiceleste, Alejandro Sabella memanggil pemain belia Eduardo Salvio.

Sebelumnya, Di Maria sempat menyanggupi pemanggilan dirinya ke Timnas. Namun perkembangan terbaru, mantan punggawa Benfica tersebut terpaksa mundur akibat dibekap cedera ketika membela Real Madrid saat menghadapi Racing Santander di pentas La Liga akhir pekan kemarin.

Di Maria sebenarnya baru pulih dari cedera paha yang membuatnya absen selama enam pekan. Dan kini dia kembali harus masuk kamar perawatan akibat cedera otot.

Dilaporkan AS, Jumat, 24 Februari 2012, Sebella lalu memilih Salvio sebagai gantinya. Winger belia Atletico Madrid tersebut dinilai memiliki kualitas sepadan dengan Di Maria.

Sejauh ini Salvio sudah tiga kali tercatat membela Timnas Argentina, salah satunya adalah ketika Tim Tango mengalahkan Peru 4-1 di laga babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Amerika Selatan, 8 Oktober 2011, lalu.

Selain, Salvio, Federasi Sepabola Argentina (AFA) juga mengumumkan dua pemain baru lainya yang masuk dalam daftar rombongan yakni Rodrigo Brana dan Mariano Andujar. (mh)

Skuad Argentina vs Swiss

Kiper : Mariano Andujar (Estudiantes), Sergio Romero (Sampdoria).

Bek : Ezequiel Garay (Benfica), Daniel Diaz
(Getafe), Federico Fernandez (Napoli), Luciano Monzon
(Nice), Marcos Rojo (Spartak Moscow), Pablo Zabaleta (Manchester City), Hugo Campagnaro (Napoli).

Gelandang : Maxi Rodriguez (Liverpool), Fernando Gago (Roma), Erik Lamela (Roma), Javier Mascherano (Barcelona), Javier Pastore (Paris Saint-Germain), Jose Sosa (Metalist), Rodrigo Brana (Estudiantes).

Penyerang : Sergio Aguero (Manchester City), Eduardo Salvio (Atletico Madrid), Rodrigo Palacio (Genoa), Gonzalo Higuain (Real Madrid), Lionel Messi (Barcelona).
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Presiden Uruguay Dukung Suarez Meskipun sempat menuai kontroversi, Suarez tetap dipanggil timnas Uruguay melawan Rumania.


Presiden Uruguay, Jose Mujica memberikan dukungan pada striker Liverpool, Luis Suarez. Menurut Mujica, tenaga Suarez masih dibutuhkan Uruguay untuk meraih hasil positif.

Suarez menuai kritikan setelah menolak berjabat tangan dengan bek Manchester United, Patrice Evra di laga Premier League, Sabtu lalu. Tindakan ini dilakukan setelah Suarez menjalani hukuman 8 laga atas tindakan rasisnya kepada Evra pada Oktober tahun lalu.

“Hal yang penting bagi Suarez yang mendapatkan cinta yang jauh dari Uruguay. Inilah mengapa kami menunjukkan solidaritas untuk Suarez. Dia adalah contoh cemerlang di lapangan hijau, anak sederhana yang keluar dari kemiskinan,” ungkap Mujica dalam pidato yang disiarkan M24.

Pernyataan Mujica ini memperkuat dukungan sebelumnya yang diberikan kapten timnas Uruguay, Diego Lugano. Meskipun sempat menuai kontroversi, Suarez tetap dipanggil oleh pelatih Uruguay, Oscar Tabarez untuk laga persahabatan melawan Rumania di Bucharest, 29 Februari 2012.

Mujica juga membela tindakan Suarez yang enggan menjabat tangan Evra akhir pekan lalu. Ia menyebut peristiwa ini ‘berlebihan’, menyebut bahwa Suarez ‘tak memiliki silsilah rasis’ dan berbpendapat bahwa ‘sepakbola tidak mempelajari protokol diplomatis’.
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Dalglish Tak Lihat Ulah Suarez Dalglish mengakui dirinya tidak melihat ulah Suarez yang menolak berjabat tangan.


Kenny Dalglish mengakui dirinya tidak melihat ulah Luis Suarez yang menolak berjabat tangan dengan Patrice Evra sebelum pertandingan antara Manchester United dan Liverpool berlangsung.

Dalglish jujur mengemukakan, akan berbicara sesuai fakta bila dirinya melihat Suarez akan mejabat tangan Evra."Tapi saya akan mengatakan kepada anda, saya tidak tahu. Saya tidak berada di sana dan saya tidak melihatnya," sambung pelatih asal Skotlandia tersebut.

"Saya tidak pernah tahu, ia (Suarez) pernah menjabat tangannya," kata Dalglish dikutip Skysports, Minggu, 12 Februari 2012.

Dalglish pun menyatakan, terlalu berlebihan rasanya bila terlalu menimpakan kesalahan kepada pemain kuncinya itu hanya karena tidak ingin berjabat tangan dengan Evra. "Saya pikir, anda melewati batas bila menyalahkan Suarez dengan apa yang terjadi di sini hari ini," ketus sang pelatih.

Dalglish pun melihat, pertandingan sangat menarik terutama di babak kedua di mana kedua pendukung kedua tim saling lempar cibiran. "Tapi itu tidak masalah," tukasnya
Homepage: http://bola.vivanews.com/

"Gerrard Layak Gantikan Terry" Spekulasi mulai merebak soal sosok yang bakal menggantikan Terry sebagai kapten Inggris.


VIVAbola - Federasi Sepakbola Inggris (FA) telah mencopot jabatan kapten John Terry di tim nasional Inggris. Bek Chelsea itu tersandung kasus rasisme terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand, pada lanjutan Premier League Oktober 2011 lalu.

Spekulasi pun mulai merebak soal siapa yang akan menjadi kapten tim yang diarsiteki Fabio Capello itu di Piala Eropa 2012. Kandidat terkuat saat ini adalah Steven Gerrard. Pemain Liverpool ini dijagokan akan jadi kapten Inggris seperti yang terjadi di Piala Dunia 2010.

Mantan pelatih Inggris, Graham Taylor, menilai Gerrard menjadi sosok yang paling layak untuk menggantikan John Terry menyandang ban kapten Three Lions.

"Gerrard pernah menjadi kapten Inggris sebelumnya. Dan saya berharap Fabio Capello dapat memberikan ban kapten kepadanya. Kalau dia mampu mengembalikan performa terbaiknya, saya pikir saya akan memilihnya jika saya menjadi pelatih," ujar Taylor kepada BBC Sport.

Walau Gerrard absen membela Inggris dalam 14 bulan terakhir, sulit untuk mencari pemain lain yang lebih layak. Wayne Rooney dan Rio Ferdinand sudah keluar dari "persaingan". Nama pertama tak bisa main di dua pertandingan awal Inggris di Piala Eropa, Sedangkan Ferdinand secara verbal sudah menolak jadi kapten.

Setelah Gerrard, ada juga spekulasi yang mengatakan jika ban kapten Inggris dapat dipercayakan kepada kiper Manchester City, Joe Hart. Namun, Taylor menolak wacana tersebut.

"Meskipun saya memahami argumen bahwa penjaga gawang layak menjadi kapten karena mereka mampu melihat seluruh situasi di atas lapangan, tapi saya tidak begitu menyukainya," papar Taylor.

"Posisi kiper terlalu jauh dari rekan-rekan tim sehingga sulit untuk membawa pengaruh di lapangan," tandasnya.
Homepage: http://bola.vivanews.com/

Gerrard Sambut Baik Kembalinya Suarez Luis Suarez sudah bisa tampil saat Liverpool bertemu Tottenham Hotspur.


VIVAbola - Kapten Liverpool, Steven Gerrard menyambut gembira kembalinya Luis Suarez. Menurutnya, peran pemain asal Uruguay itu akan sangat membantu The Reds finish di posisi empat besar Premier League dan memenangkan beberapa trofi musim ini.

Sebelumnya, Suarez harus absen dalam delapan laga Liverpool. Hukuman ini dijatuhkan FA setelah Suarez terbukti telah melancarkan aksi rasis yang dilakukannya kepada pemain Manchester United, Patrice Evra beberapa waktu lalu.

Seluruh hukuman ini sudah dijalani Suraez. Dia sudah bisa tampil saat Liverpool bertemu Tottenham Hotspur, Senin nanti. Tenaga Suarez juga The Reds saat melewati serangkaian laga krusial seperti lawan Manchester United dan Arsenal, bulan depan, plus final Carling Cup dan FA Cup lawan Brighton.

"Luis dapat membantu kami meraih apa yang ingin kami raih--lolos ke empat besar dan meraih final di dua even," kata Gerrard kepada BBC Sport.

"Saya yakin dia bisa karena dia adalah pemain super. Setidaknya dalam 12 bulan terakhir ini dia telah menunjukkan bahwa dia adalah salah seorang pemain terbaik di dunia karena itu kami ingin dia bisa tampil," lanjutnya.

Sambutan yang sama juga dilontarkan oleh pelatih Liverpool, Kenny Dalglish. "Bagi semuanya ini adalah kegembiraan melihat Suarez kembali ke tim ini," kata Dalglish.

Dia telah berlatih beberapa pekan dan dia dalam kondisi baik, jadi sangat fantastis dia bisa kembali bermain lagi."
Homepage: http://bola.vivanews.com/