Tarif Bolt Naik, Tembus Satu Juta Pelanggan Ditambah Gratis Kuota 7 Hari?


Jakarta - Bila sebelumnya Bolt memberikan kuota berlimpah, kini penyedia layanan 4G non seluler tersebut sudah mulai menaikkan tarif. Sejumlah pengguna pun mengaku terkejut atas keputusan yang disebut kurang sosialisasi. Apa kata Bolt?

Menurut Liryawati, Chief Marketing Officer Bolt, rencana kenaikan tarif memang sudah diniatkan sejak lama oleh Bolt. Namun bukannya asal naik, ternyata ada syarat internal perusahaan yang harus dipenuhi yakni soal jumlah pelanggan.

"Kami harus memiliki jumlah pelanggan sebesar satu juta pengguna. Dan saat ini pengguna Bolt telah berada di kisaran satu juta pelanggan, sehingga kami sudah bisa mulai menaikkan tarif," ujar Liryawati di TMII, Jakarta.

Namun meski tarif yang harus dibayar menjadi naik, Bolt mengklaim tarif yang ditawarkannya masih yang terendah bila dibandingkan operator seluler yang menjadi pesaingnya. "Meski tarif Bolt naik, bandingkan dengan yang lainnya, kami tetap yang paling murah!" umbarnya.

Mengenai kuota yang semakin kecil dibanding operator seluler, Liryawati berkilah itu karena tingginya kecepatan koneksi yang dimiliki Bolt. Jadi bisa dibilang pengguna tak sadar telah menguras kuotanya karena terlalu asyik berinternet dengan kecepatan tinggi Bolt.

"Terasa cepat habis karena kecepatan tinggi yang dimiliki Bolt. Kalau yang lain terasa besar (kuotanya) karena habisnya lama, itu karena kecepatannya belum setinggi Bolt," pungkas Liryawati.

1 komentar:

Qiral Bima Josha mengatakan...

nice post with bolt4G...

Posting Komentar