Emosi, Pelatih Persija Tantang Wasit Berduel Dianggap tidak adil dalam memimpin pertandingan, wasit dikejar sampai masuk ke mobil


Insiden memalukan kembali mewarnai sepakbola tanah air. Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, terpancing emosinya saat berpapasan dengan wasit Djumadi Effendi. Iwan bahkan menantang wasit untuk berduel.

Kejadian ini terjadi saat keduanya berpapasan di lorong menuju pintu keluar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu malam, usai Persija ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda.

Menganggap wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan, pelatih Persija itu lantas mengejar Djumadi hingga sang wasit masuk ke mobil. Iwan lantas mencoba untuk ikut masuk ke dalam mobil yang akan membawa rombongan wasit ke hotel tempat mereka menginap.

Sambil kembali mempertanyakan kinerja sang wasit, pelatih yang sempat menimba ilmu di Belanda itu berusaha mengajak Djumadi keluar mobil. "Djum sini kamu, keluar! Kita buka baju, kita berantem secara jantan," teriak Iwan sambil mencoba masuk ke dalam mobil.

Upaya Iwan tersebut lantas dilerai sejumlah orang, termasuk Sekretaris Tim Persija, Fery Indra Syarief, pelatih kiper, Haryono, dan beberapa official Persija.

Iwan memang sedang kesal dengan kepemimpinan Djumadi yang memimpin laga Persija Jakarta vs Persisam Samarinda, Minggu 26 Februari 2012. Wasit asal Malang, Jawa Timur itu dianggap Iwan tidak berlaku adil. Iwan bahkan menuduh praktik mafia wasit di kancah Indonesia Super League (ISL) masih berjalan.

Pelatih yang memutuskan mundur dari Persija tersebut semakin emosi setelah beberapa orang melerainya untuk tidak berbuat nekad. Meski telah dipegangi dan dilerai beberapa orang, namun Iwan tetap merangsek dan berupaya menggapai Djumadi yang berada di dalam mobil.

Meski mobil yang membawa Djumadi akhirnya meluncur, namun Iwan sendiri tetap memaksa untuk mengejar. Aksi emosional Iwan tersebut disaksikan sejumlah wartawan media cetak dan televisi. "Sudah bang Iwan, istighfar. Tidak enak ada kamera," ujar salah seorang yang ikut melerai dan menenangkan Iwan.

"Biar saja semua orang melihat kejadian ini. Biar semua orang tahu mafia wasit masih ada. Coba nanti kita lihat apa yang dilakukan PT Liga," teriak Iwan sembari berusaha keluar dari sergapan beberapa temannya yang melerai.

Atur Skor

Sebelum kejadian di pintu merah, tempat para pemain keluar stadion tersebut, Iwan sempat bercerita ke beberapa media mengenai kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Iwan mengatakan, saat ini kompetisi sepakbola tak jauh berbeda dengan masa lalu. Pengaturan skor maupun suap wasit, masih terjadi.

"Pada saat saya melatih Persikabo, dan main di Bekasi, wasit Djumadi ini yang kurang ajar. Pada saat itu waktu tambahan harusnya 4 menit, ternyata sampai 12 menit baru pertandingan di hentikan," ujar Iwan dengan nada kecewa.

"Mungkin saja saya akan pensiun melatih, dan tidak mau lagi melatih sepakbola jika kondisi seperti ini tidak berubah. Mafia wasit di sepakbola ini yang menghancurkan sepakbola nasional," kata Iwan emosional.
Homepage: http://bola.vivanews.com/

0 komentar:

Poskan Komentar